New York, Rio (and finally) Tokyo!

YEAY..!!

Terseneng 2017 adalah: akhirnya bisa menyelesaikan si “Trio-Rio-Challenge” ini!

😅

Jadi ceritanya,

Duluu, jaman jaman masih nunggu skripsi sampai beres kuliah, aku tuh iseng iseng siaran radio di Bandung.

Pernah di radio anak muda, pernah juga awal-awal di radio dewasa yang muternya lagu ke Jazz-jazz an.

Salah satu lagu yang sering masuk list puter aku tuh, dari Trio Rio, yang judulnya New York Rio Tokyo.

(Fyi, jaman dibawah tahun 2002 itu kalau siaran aku puter kaset sendiri, ngepas2in lagu sendiri, ada yang pake CD juga lho hahahaha 🙈😅)

Nah,

Saking seringnya puter lagu Trio Rio ini, aku tuh punya challenge pribadi, yaitu: HARUS MEMBAWA DIRI AKU KE TIGA KOTA ITU SEBELUM TUA!

New York, Amerika Serikat

Rio de Janeiro, Brasil

Tokyo, Japan

🙌🏻

Ok.

Sebelum lulus kuliah dulu, seumur-umur belum pernah punya paspor

hiks.

Soalnya jaman masih anak kecil, alhamdulillah orang tua selalu ngajak jalan-jalannya ke Indonesia Timur, yang gak perlu paspor.

Pernah ke Timor Timur itu pun waktu masih jadi Dili, bagian dari Indonesia.

Sampai lulus kuliah di jaman dulu itu, enggak kepikiran gimana rasanya jalan-jalan keliling dunia.

Jalan-jalan pertama aku ngerasain negeri Eropa itu ya standarlah: pergi ke Paris, terus ke Belanda dan sekitarnya.

Tapi gimana caranya ke Rio. Apalagi New York.. huf.. Brosing-brosing tiket kayaknya mahal.

Ok lah nabung dulu.

Akhirnya, di tahun 2012 (waktu itu udah kerja di TV) aku di telp Boss aku dapet tugas buat ke Italy, Spanyol dan Austria!

😮

ITALIA!

(oh i want it so bad)

Sayangnya belum rejeki, karena bbrp waktu setelah itu, aku dikabari ada pergantian rencana tugas.

😢

Bye bye Italy.

Tapi yang namanya jodoh, enggak kemana-mana! Sebulan setelah batal Italy, aku udah pegang Paspor Biru beserta VISA USA! yeay God is Great.

my first USA VISA

Yeay Visa USA

Jadi,

Dari 3 kota dalam Trio-Rio-Challenge itu, aku pertama banget ke Rio de Janeiro dulu.

Bersama Rombongan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Dan naik pesawat Kepresidenan. (Waktu itu belum ada pesawat Kepresidenan yg skrg dipake Presiden Jokowi)

Jadi biasanya Rombongan Presiden naik pesawat Garuda yang sudah di sesuaikan untuk kepentingan Presiden.

can you spot me?

Ini penerbangan paling jauh dan paling lama dan paling banyak transit aku so far. Untung aja pake pesawat Kepresidenan, jadi makanan nya enak-enak tiada henti, terus mbak pramugarinya selalu nawarin sambel bu rudy! sama camilan mie cup! 😍

Kenapa pakai visa US? Karena trip ini enggak cuma ke Rio aja, tapi ke Mexico sama Ke Ecuador juga. Jadi kalau pegang visa US kita enggak perlu bikin visa di setiap negara Amerika Latin lagi.

Transit Dubai

Touchdown Los Cabos, Mexico

Setelah agenda Multilateral di Los Cabos, baru lanjut ke Rio de Janeiro!

Di Rio itu, Presiden SBY diundang menghadiri acara UN Conference for Sustainable Development.

tim repot, sama 2 jurnalis dari TVRI

Covering President SBY at Rio

Presiden SBY at RIO+100 2012

Acara ini disebutnya RIO+100 karena ada lebih dari 100 Pemimpin Dunia yang hadir di Rio.

100 PEMIMPIN DUNIA!

Huff kebayang kan gimana penuh nya kota ini waktu itu, dengan segala macam protokol dari berbagai negara.

Nah,

Pupus sudah harapan menikmati kota Rio dan Pantai Copacabana yang sensasional itu. Soalnya, ternyata jadwal conference dan speech pak presiden lumayan padet. Lokasi acara juga jauh dari pusat kota. Liat pantai Ipanema hanya dari plang.

Daan….

Bisa ke Pantai Copacabana itu hari sudah gelap gulita!

Oya, karena sedang ada meeting 100 negara, Copacabana ditutup untuk umum!

Jadi pantai yang biasanya super padaaat meriah rame banget ini, cuma ada segelintir kita kita ajaa..

😅🙈pardon my everything!

Nih hasil brosing Copacabana saat normal day..

😅😅😅

My first Trio-Rio-Challenge done lah yaa ya yang penting.

Dan kurang dari satu tahun setelah Rio, aku udah pegang kartu bagasi yang ada tulisan nama aku dengan tujuan: New York!

God is Great!

Pergi nya sendirian lagi, artinya harus bawa kamera sendiri dan tripod laptop dan segala printilan liputan beserta pengiriman gambar. Tanpa kameraman yang biasanya urusin printilan ini.

Ok i am ready!

touchdown JFK..

Buat aku, New York itu ternyata terlalu stressfull..

Bisa jadi, karena dlm trip ini, sebelum mendarat di New York, rombongan terlebih dahulu mendarat di Stockholm, Swedia, untuk agenda Bilateral.

Selama di Stockholm aku bahagiaaa banget! Udara kota ini terbersih sedunia, kota nya tenang banget, dan pemandangan nya sangat menyejukkan mata!!

Setelah bbrp hari di Stockholm lalu mendarat di New York, itu mendadak berubah 180 derajat.

New York itu ternyata bising banget, bahkan dari lantai 30 kamar hotel aku di First ave, jam 12 jam 1 malem itu suara sirine pemadam kebakaran atau polisi masih kedengeran aja!

This city really never sleeps!

Tapi setiap sudutnya instagramable banget!

My Sunset at Times Square, NY

LV store 5th ave

Grand Central Terminal

Pokoknya, semua foto biar pun miring-miring, di NYC itu instagramable banget deh. Beberapa udah pernah aku posting di Instagram aku, @lianitaruch jadi browse my feed aja hehehe 😅

Apple Store 5th ave

dan tentunya juga kerjaa!

alias liputan..

Presiden SBY saat menerima World Statesman Award di New York 2013.

😇

Challenge Trio Rio yang terakhir yaitu:

Tokyo!

Yang paling deket dari Indonesia ternyata yang paling terakhir di tuntaskan!

2010 pernah trip ke Jepang, tapi gagal extend ke Tokyo.

Dan akhirnya bisa ke Tokyo juga 4 Tahun setelah challenge ke2. Wew.

Trip ke Tokyo ini enggak kerja.

Full holiday sama temen temen ciwi ciwi setrong.

Thank You God.

Okey guys..

Go set ur own self challenge!

Biar semakin giat kerja, makin banyak berdoa, makin banyak piknik!

Dari pada nyinyirin orang yang enggak seharusnya di nyinyirin. Lebih baik cari kebahagiaan dalam jalan-jalan kemanapun!

Sesungguhnya orang yang nyinyir adalah orang yang kurang piknik dan kurang bersyukur.

Lets not be one of them..

Peace!

✌️

Nasi Kotak vs Prasmanan, which can save the world?

Abis lihat food quotes gitu di sosmed temen.

 

katanya: ways to my heart list itu ====>

  1. buy me food
  2. make me food
  3. be food

hahaha kok bener sih, kesel deh. (lirik aglio olio sebelah mac, ok pause dulu ngetiknya, ku makan dulu.. burp.. ok lanjut)

yes, i am one of the best people they said, because i LOVE TO EAT SO FREAKIN MUCH!!

tapi terus, nangis kalo liat timbangan nambah.

terus jadi pengen diet, tapi gak tahan kalo lihat orang lain makan, posting makanan, huhuhu… cry cry..

ya udahlah, dari semua jenis diet yang ada di dunia ini, ya happy diet sih yg paling bener huhuhu (pembenaran terbaik kan)

yes, happy diet is when you only eat things that makes you happy (makan temen tidak termasuk ya!!)

Now, lets be honest with the word “HAPPY”

yg mau ku jelasin lewat cerita ini….

Jadi gini, beberapa hari lalu seorang temen menegur saat saya tidak menghabiskan nasi, dalam nasi kotak yang saya makan. Alasan saya gak abis ya cuma satu sih, kenyang banget. Beneran.

Sudah bertahun-tahun saya mengurangi porsi nasi, atau bahkan kadang-kadang gak makan nasi samasekali, demi alasan standar cewe cewe sepanjang masa:  yakni gak pengen gendut (plis jangan protes, ini kenyataan global)

Lalu, setelah kebiasaan itu berlangsung, otomatis banget, kalau makan agak kebanyakan perut akan terasa begah banget, sesek, dan itu tuh enggak enak banget. Thats NOT MAKE ME HAPPY!

Kembali ke persoalan nasi kotak, nah gimana dong?? Sang Pembuat nasi kotak itu secara tidak langsung, pastinya membuat sama rata semua porsinya. Sementara, kan orang kebutuhan makannya beda-beda. Ada yang perlu makan banyak karena pekerjaannya berat menguras tenaga, tapi banyak juga yang enggak perlu makan banyak, karena lebih banyak duduk di depan komputer.

Dan, TER GAK MUNGKIN juga, buat ukuran nasi kotak yang dibagiin ke ratusan atau ribuan orang itu, akan ditakar beda beda. ya keleus.

Ok, seperti ajaran para orang tua kita, gak boleh buang makanan, saya sangat setuju. Mubazir itu bikin dosa deh. Tetapi di sisi lain, kita juga harus sayang dong sama badan sendiri. Jangan sampe memaksakan makan padahal udah kekenyangan. Prinsipnya sih perut itu bukan tempat sampah. Jadi kalau bisa masukkin ke perut hanya makanan yang baik dan halal, terus usahakan berhenti makan sebelum kekenyangan. thats happiness to me.

Sekarang jadi kepikiran kan, gimana caranya gak mubazir tuh sisa nasi kotak. (kalau di rumah sih, biasanya makanan gak habis suka dikasih ke lele raksasa yang ada di kolam rumah, tapi kan ya gak bisa juga setiap saat bawa-bawa sisaan begitu huhuhu)

Sebenernya, kalau bicara permasalahan porsi Nasi Kotak, bisa dijawab dengan menyediakan hidangan Prasmanan.

Itu lo kayak di kawinan-kawinan gitu..

Dengan menyediakan hidangan prasmanan sebenarnya permasalahan buang makanan bisa diminimalisir. Karena kita bisa ambil nasi secukupnya, seperlunya, ambil lauk pauk hanya yang kita suka saja. Idealnya sih gak perlu ada yang terbuang dari piring yang kita ambil.

Namun kenyataanya….

sungguh sedih banget, saya sering sekali menyaksikan piring-piring di antara acara yang menyediakan prasmanan itu, tertumpuk dengan makanan sisa yang tidak habis juga diatasnya.

so sad.

Artinya kan, mereka yang ambil tidak mengukur diri. Kenapa gak ambil sesuai yang akan dimakan aja sih??? Kadang mungkin karena melihat hidangan prasmanan dengan jumlah banyak, terus lupa diri. Atau karena merasa gak bayar, jadi seenaknya?

Kalau begitu, tujuan hidangan prasmanan untuk mengurangi kelebihan porsi yang dibuang seperti nasi kotak tadi, agak failed ya. not happy.

Makan itu daily needs, sehari bisa sekali, dua kali, atau tiga kali, itu pilihan kita.

Kalau kita bisa benar-benar mengukur kebutuhan kita sendiri soal makanan, kita bisa menyelamatkan banyak hal. Misalnya, bisa lebih hemat pengeluaran, gak perlu beli baju baru cuma karena yang lama kesempitan, terus bisa juga jadi lebih sehat karena gak makan berlebihan.

nah, kalau sudah save banyak hal, bisa lebih banyak berbagi deh sama yang membutuhkan.

yes, we can save the world by doing the happy diet.

kok world sih? sedunia maksudnya?

yes, be the best version of yourself!!

peace.

TROTOAR VS KNALPOT

Mulai 1 Agustus 2017 pemerintah DKI Jakarta memberlakukan bulan tertib trotoar.

Tujuannya: ya supaya gak ada kegiatan lain di trotoar, kayak pkl atau ojek-ojek numpuk di trotoar. Jadi pejalan kaki nya nyaman buat jalan kaki.

Ok.

Terlepas dari berhasil atau tidaknya penertiban di atas fasilitas pejalan kaki itu, saya cuma punya opini lain sebagai warga yang sebenernya suka banget jalan kaki.

Jadi gini, kemarin di lift kantor yang lagi jam penuh, merebaklah aroma tak sedap. Aroma itu bukanlah aroma armpit tak sedap atau baju apek yg nyuci nya gak kering. (Well, itu genggeus banget juga sih) ✌️tapiiiii.. aroma jalanan perpaduan ciamik dari bau matahari pliket plus knalpot yang nyegak banget. Kebayang deh.

Aduh, kita gak bisa nyalahin orang yg terkontaminasi itu, soalnya bisa aja kan dia udah mandi bersih pake parfum favorit, tapi dia trus ke kantor naik angkutan umum lanjut jalan kaki.

Itu kan warga ideal yang diinginkan pemerintah. Supaya gak bawa kendaraan pribadi sendiri-sendiri bikin macet jalanan Jakarta. TAPI KALO END UP JADI BAU JALANAN gitu, gimana mau nyaman?!

Intinya, kalau menurut saya membuat pejalan kaki nyaman gak hanya soal trotoar ideal yg lebar, gak bolong-bolong dan bersih dari pkl atau ojek ngetem. Pejalan kaki juga perlu udara yang ideal buat dinikmati selama dia jalan kaki.

Ter-Zonk jadi pejalan kaki di ibukota ini bukan cuma harus mepet kalo banyak pkl, tapi juga pas enak-enak jalan, lewatlah kendaraan umum yang suka ugal-ugalan itu nyemprotin knalpot itemnya yang baunya nempel kayak kenangan manis di masa duduk berdua dengan berpegangan tangan denganmu itu.

Pasti kan beda banget sama kalau kita lagi jalan-jalan ke negara maju setidaknya Singapura deh yang deket. Seharian jalan kaki kesana kemari, baju bebas bau knalpot walaupun kaki udah pegel. Bahagia. Sebahagia lihat chat notification ada nama kamuh.

Selama jadi penghuni dan bekerja di ibukota, jujur saya memang lebih memilih bawa kendaraan sendiri. Kena macet? ya udah cuma bisa pasrah aja, bayar parkir mahal? ya kurang-kurangin ngemall lama-lama..

Gitu.

Dear pemerintah DKI, berilah setidaknya saya atau warga lain yang suka jalan kaki ini, kesempatan untuk bisa berjalan kaki dengan udara bebas aroma knalpot item genggeus itu.

Gerakan penertiban kendaraan tak layak demi udara Jakarta bebas polusi knalpot ini, semata-mata demi mewujudkan:

Warga sehat gemar berjalan kaki, gak perlu bawa mobil lagi, namun tetap wangi, bersahaja sekali dan selalu sedap endus-endus-able sepanjang hari.

york

Peace.

-*First is always the hardest, no*?-

Hola..

Ini adalah tulisan pertama saya, setelah ratusan purnama cuma kepingin kepingin aja.. 

Jadi intinya: untuk tulisan pertama ada baiknya saya share dulu deh soal berbagai kendala untuk memulai sesuatu..

(well, setidaknya yg saya rasakan yaa..)
Ya bukan cuma mulai menulis blog atau menulis apapun seperti ini ya..


Bisa juga untuk mulai usaha, mulai rajin olahraga, mulai untuk kegiatan apapun untuk mewujudkan keinginan atau impian.. 

Jangan sampe deh, tiba-tiba kita udah tua renta gitu dan kehabisan waktu buat mewujudkannya..
Nah,

Lets fight these obstacles 
Yg pertama:
* WAKTU

Ini alasan paling klasik, orang sulit memulai sesuatu. 

“Aduh pengen banget (bla bla bla..) tapi kapan coba kerjainnya, ga ada waktu gue.. pulang kerja aja malem.. blum ini blum itu.. aaah..”
Hmm..

If you think you don’t have time, itu berarti sesuatu yang kamu ingin lakukan itu tidak benar-benar kamu inginkan.
Because,

If you want it you will make time for it.. if you don’t you’ll make excuses!
Buktinya, kita dalam sehari-hari masih sempet bersosial media. Masi aja buka Instagram, cek Path, posting Insta Story, ngeTwit, update Facebook. Ya kan? Apalagi kalo kepoin akun mantan, terus pasangannya mantan 😅✌️

Jadi, ada kan waktu sebenernya..?!
* PARTNER
hmm..

Memang sih ya, paliiiiiiing enak mau ngapa-ngapain itu ada yang temenin (plis jangan protes, ini gak ada hubungan dengan kegalauan hati 😅) makanya judulnya PARTNER ya bukan PASANGAN.

maksudnya: kalau mau usaha ada partner bisnis. Kalau mau olahraga punya genkz pertemanan sehat ala dian sastro gitu. Mau jalan-jalan keliling dunia ada yg bayarin ✌️*eh gimana?
Well my friend.. we are not in heaven (yet) (oh please god aku mau masuk surga ya nanti 😘)

Dengan segala ketidak sempurnaan dunia ini. Percayalah terkadang we have to force ourself to start anything! With or without HELP from others.

well if you have religion, kan ada Tuhan yg bantuin semuanya.. tenang.
Thats at least how i start this writings at 4 am in the morning, sambil nunggu azan subuh. 

Karena saya lagi ingin mulai sekarang! Karena gak ada waktu terbaik selain sekarang. 

And sometimes ‘later’become ‘never’


TEKNOLOGI
Huhuhu..

Ini kelemahan saya sepanjang abad. 

Percayalah, sebenarnya segala teknologi yang ada saat ini sudah sangat memudahkan kita untuk menjalani apapun dalam hidup ini.
Cuma kadang, kita bisa atau enggak memanfaatkannya.
Oya,

Akhirnya semangat nulis karena menemukan apps lucu di appstore. Namanya: Bear Note.

Bisa nulis di iPhone sambil nunggu kerjaan atau macet, bisa kan nulis, gak perlu buka leptop atau apa.
No more excuses..!
Padahal dulu udah bela2in beli macbook air demi bisa menulis dimanapun, sepulang kantor ala ala Carrie Bradshaw di sex and the city gitu.. 😑

Kenapa musti banget macbook air? Alesannya biar masuk di Tas Hermes Herbag saya.

Kenyataan? Cuma dibawa bawa doang tanpa menghasilkan tulisan apapun 😂

(Eh ada deng, mac itu yang melahirkan program penakluk dunia TRANS|7)

dan mungkin ini kendala terakhir:

FAKTOR X
ini bisa juga kayak gangguan atau godaan pihak eksternal, waktu kita lagi semangat ngapa-ngapain.
misalnya:

Mau diet, eeh temen maksa mau traktir makan Shaburi.

Mau rajin olahraga, eh hujan melulu.

Yang semacem gitu-gitu deh.
Kalau saya sih, faktor X nya lebih kepada virus gaptek yang melanda. 

Tetapi tiba tiba suatu hari, seorang teman menyodorkan domain lianitaruch.com yang bikin saya super exciting banget.
Now.

If you already start something, tantangannya cuma satu!

Bisa konsisten atau tidak?

Karena kunci kesuksesan atas apapun selain keberuntungan, adalah konsistensi. 

😇

just Love God, and everything’s will be easy at the very right moment!