Nasi Kotak vs Prasmanan, which can save the world?

Abis lihat food quotes gitu di sosmed temen.

 

katanya: ways to my heart list itu ====>

  1. buy me food
  2. make me food
  3. be food

hahaha kok bener sih, kesel deh. (lirik aglio olio sebelah mac, ok pause dulu ngetiknya, ku makan dulu.. burp.. ok lanjut)

yes, i am one of the best people they said, because i LOVE TO EAT SO FREAKIN MUCH!!

tapi terus, nangis kalo liat timbangan nambah.

terus jadi pengen diet, tapi gak tahan kalo lihat orang lain makan, posting makanan, huhuhu… cry cry..

ya udahlah, dari semua jenis diet yang ada di dunia ini, ya happy diet sih yg paling bener huhuhu (pembenaran terbaik kan)

yes, happy diet is when you only eat things that makes you happy (makan temen tidak termasuk ya!!)

Now, lets be honest with the word “HAPPY”

yg mau ku jelasin lewat cerita ini….

Jadi gini, beberapa hari lalu seorang temen menegur saat saya tidak menghabiskan nasi, dalam nasi kotak yang saya makan. Alasan saya gak abis ya cuma satu sih, kenyang banget. Beneran.

Sudah bertahun-tahun saya mengurangi porsi nasi, atau bahkan kadang-kadang gak makan nasi samasekali, demi alasan standar cewe cewe sepanjang masa:  yakni gak pengen gendut (plis jangan protes, ini kenyataan global)

Lalu, setelah kebiasaan itu berlangsung, otomatis banget, kalau makan agak kebanyakan perut akan terasa begah banget, sesek, dan itu tuh enggak enak banget. Thats NOT MAKE ME HAPPY!

Kembali ke persoalan nasi kotak, nah gimana dong?? Sang Pembuat nasi kotak itu secara tidak langsung, pastinya membuat sama rata semua porsinya. Sementara, kan orang kebutuhan makannya beda-beda. Ada yang perlu makan banyak karena pekerjaannya berat menguras tenaga, tapi banyak juga yang enggak perlu makan banyak, karena lebih banyak duduk di depan komputer.

Dan, TER GAK MUNGKIN juga, buat ukuran nasi kotak yang dibagiin ke ratusan atau ribuan orang itu, akan ditakar beda beda. ya keleus.

Ok, seperti ajaran para orang tua kita, gak boleh buang makanan, saya sangat setuju. Mubazir itu bikin dosa deh. Tetapi di sisi lain, kita juga harus sayang dong sama badan sendiri. Jangan sampe memaksakan makan padahal udah kekenyangan. Prinsipnya sih perut itu bukan tempat sampah. Jadi kalau bisa masukkin ke perut hanya makanan yang baik dan halal, terus usahakan berhenti makan sebelum kekenyangan. thats happiness to me.

Sekarang jadi kepikiran kan, gimana caranya gak mubazir tuh sisa nasi kotak. (kalau di rumah sih, biasanya makanan gak habis suka dikasih ke lele raksasa yang ada di kolam rumah, tapi kan ya gak bisa juga setiap saat bawa-bawa sisaan begitu huhuhu)

Sebenernya, kalau bicara permasalahan porsi Nasi Kotak, bisa dijawab dengan menyediakan hidangan Prasmanan.

Itu lo kayak di kawinan-kawinan gitu..

Dengan menyediakan hidangan prasmanan sebenarnya permasalahan buang makanan bisa diminimalisir. Karena kita bisa ambil nasi secukupnya, seperlunya, ambil lauk pauk hanya yang kita suka saja. Idealnya sih gak perlu ada yang terbuang dari piring yang kita ambil.

Namun kenyataanya….

sungguh sedih banget, saya sering sekali menyaksikan piring-piring di antara acara yang menyediakan prasmanan itu, tertumpuk dengan makanan sisa yang tidak habis juga diatasnya.

so sad.

Artinya kan, mereka yang ambil tidak mengukur diri. Kenapa gak ambil sesuai yang akan dimakan aja sih??? Kadang mungkin karena melihat hidangan prasmanan dengan jumlah banyak, terus lupa diri. Atau karena merasa gak bayar, jadi seenaknya?

Kalau begitu, tujuan hidangan prasmanan untuk mengurangi kelebihan porsi yang dibuang seperti nasi kotak tadi, agak failed ya. not happy.

Makan itu daily needs, sehari bisa sekali, dua kali, atau tiga kali, itu pilihan kita.

Kalau kita bisa benar-benar mengukur kebutuhan kita sendiri soal makanan, kita bisa menyelamatkan banyak hal. Misalnya, bisa lebih hemat pengeluaran, gak perlu beli baju baru cuma karena yang lama kesempitan, terus bisa juga jadi lebih sehat karena gak makan berlebihan.

nah, kalau sudah save banyak hal, bisa lebih banyak berbagi deh sama yang membutuhkan.

yes, we can save the world by doing the happy diet.

kok world sih? sedunia maksudnya?

yes, be the best version of yourself!!

peace.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *